“Maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.” (Ulangan 6 : 12)
Seorang anak laki-laki yang berasal dari kampung diberi beasiswa oleh seorang pengusaha udang yang juga mengangkatnya sebagai anak angkat. Meskipun anak itu tinggal di asrama, setiap sabtu dan minggu ia nginap di rumah bapak angkatnya si juragan udang itu.
Setelah 3 tahun dibiayai oleh si juragan dan tinggal nunggu setahun lagi untuk mendapatkan gelar sarjananya, pemuda ini membuat hati bapak angkatnya itu terluka. Ternyata setahun terakhir ia memakai uang kuliahnya untuk main perempuan. Tiap sabtu dan minggu ia pamit dari asrama untuk nginap di rumah orang tua angkatnya padahal ia nginap di hotel dengan perempuan nakal. Sedangkan ia menelpon bapak angkatnya bahwa ia di asrama sedang sibuk mempersiapkan skripsinya jadi gak bisa pulang. Kuliahnya kacau, ia menghabiskan uang kuliahnya untuk perempuan nakal, ia mencuri hp adik angkatnya dan dijual untuk berfoya-foya. Ia mabok dengan dosa sehingga ia melupakan kebaikan si juragan udang yang membawa dia dari kampung, anak petani yang bapaknya sakit-sakitan. Ibunya cacat. Semua ia lupakan.
Guys, ketika Tuhan telah berbuat baik kepada kita, apakah kita akan lupa diri dan membalas kebaikannya dengan kejahatan? Tuhan udah bersusah payah membuat rancangan hebat untuk hidup kita. Ia mengeluarkan kita dari banyak masalah. Ia memberkati kita dalam segala hal. Tapi kita melukai hati-Nya. Bayangkan saja jika orang lain yang melakukan hal yang sama kepada kita. Jika kita kecewa maka Tuhan pun demikian.
Sumber : Renungan Youth